TANTANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA
Berikut ini adalah resume dari
artikel yang berjudul “Challenges in the Indonesian Information
Technology-Based Learning” oleh Rasimin dan Andi Bahtiar Semma dari
Universitas Islam Negeri Salatiga yang ada pada website Scopus.
Perkembangan teknologi informasi
sangat penting untuk pendidikan di Indonesia saat ini. Namun permasalahannya
adalah masih banyak guru yang menggunakan cara tradisional dalam pembelajaran IPS
dibandingkan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang sudah
berkembang.
Siswa mengalami kesulitan yang
tinggi karena guru tidak mampu memberikan contoh konkrit dari materi yang
disampaikan. Padahal, guru diharapkan menerapkan strategi pembelajaran yang
berpusat pada siswa serta integrasi pembelajaran teknologi informasi demi membangun
pembelajar mandiri.
Media yang memanfaatkan teknologi
informasi seperti video stop motion dan e-learning diharapkan mampu meningkatkan
kemampuan dan keterampilan siswa serta menunjang proses pembelajaran. Melalui
media digital, proses pembelajaran IPS menjadi menarik, meningkatkan
keterampilan siswa, dan tentu saja tidak membosankan.
Kajian ini disusun menjadi empat
bagian utama. Bagian kedua adalah metodologi yang menjelaskan pertanyaan penelitian
penelitian ini, proses pencarian literatur, dan proses pemilihan studi. Bagian
ketiga adalah hasil yang menyajikan temuan, kategorisasi, dan analisis hasil.
Terakhir, bagian diskusi, batasan, dan kesimpulan membahas temuan, implikasi,
dan kesenjangan penelitian serta menawarkan rekomendasi penting untuk
penelitian di masa depan.
Hasil dari penelitian tersebut
adalah menemukan tantangan-tantangan yang ada pada siswa dan guru. Seperti pada
siswa adalah tantangan dalam masalah manajemen waktu, penundaan, dan kurangnya
motivasi, yang mempengaruhi kemampuan siswa untuk terlibat secara efektif dalam
studi mereka. Selain itu, tantangan terkait dengan akses siswa terhadap fasilitas
teknologi yang diperlukan untuk belajar. Tantangan-tantangan tersebut antara
lain terbatasnya konektivitas internet, terbatasnya akses terhadap perangkat
elektronik, dan kurangnya dukungan teknis.
Sedangkan pada tenaga pendidik atau
guru, tantangan-tantangan yang dihadapi adalah seperti tantangan abad ke-21, tantangan
pelatihan yang buruk, dan tantangan kompleksitas teknologi. Tantangan-tantangan
ini mencakup kesulitan beradaptasi dengan teknologi baru, terbatasnya pemahaman
terhadap kemajuan teknologi, dan kurangnya keterampilan teknis yang diperlukan
untuk menggunakan alat digital.
Perkembangan teknologi informasi
tidak hanya berdampak pada guru dan siswa saja, tentunya juga berdampak pada lembaga
pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan. Tantangan yang dihadapi lembaga
pendidikan sebagian besar berasal dari penyediaan fasilitas yang mendukung
pembelajaran IPS di kelas. Beberapa faktornya antara lain:
1. Kurangnya sarana prasarana
2. Sulit menjangkau penyediaan fasilitas
3. Mahalnya penyediaan fasilitas
4. Kurangnya alokasi dana
5. Terbatasnya tenaga operasional dan
tenaga teknis
6. Kurangnya pelatihan guru
Penelitian tersebut memberikan
tinjauan literatur dan survei komprehensif yang bertujuan untuk mengenali
kesulitan yang terkait dengan pendidikan ilmu sosial berbasis TI, seperti yang
dirasakan oleh siswa, pendidik, dan institusi akademik. Pelatihan instruksional
adalah solusi langsung dan hemat biaya untuk mengatasi tantangan rendahnya
literasi digital di kalangan guru. Pelatihan yang tepat dapat meningkatkan
keterampilan guru dan memungkinkan mereka mengajar siswanya, yang pada akhirnya
meningkatkan literasi digital dan pengaturan mandiri siswa (oleh Anida Emil Hartantri).
Komentar
Posting Komentar